Jangan Ngaku Udah Pernah ke Sumatera Barat Jika Belum ke Sini

Kamu pasti salah jika menganggap Sumatera Barat hanyalah kota Padang atau kota Bukittinggi saja. Sumatera Barat begitu beragam, tidak hanya pantai atau pegunungan saja. Banyak destinasi lain yang masing-masing punya keunikan sendiri, salah satunya adalah Sawahlunto yang terkenal sebagai Negeri Orang Rantai. Kota kecil yang bak kuali besar ini hanya 3 jam perjalanan dari kota Padang, ibu kota propinsi Sumatera Barat. Jikapun kamu langsung ke sini dari bandar udara Minangkabau, kamu tidak akan kesulitan menemukan transportasi menuju ke sana. Sepanjang 3 jam perjalanan itu dijamin tidak akan membuatmu bosan. Pemandangan alam yang aduhai akan menemani perjalananmu.

Di zaman kolonial, sesungguhnya Sawahlunto adalah daerah pertambangan batu bara yang dibangun oleh kolonial Belanda. Di kota inilah cikal bakal sejarah pertambangan Indonesia dimulai. Banyak sekali peninggalan Belanda di sini yang menandai kota ini sebagai kota tambang. Untunglah hampir semua peninggalan, baik gedung peralatan tambang masih terawat rapi. Penduduknya bukan melulu orang Minang asli, mereka multi ras karena kakek-nenek mereka didatangkan dari berbagai penjuru Indonesia di zaman itu. Umumnya mereka adalah para narapidana, oleh sebab itulah sebutan Negeri Orang Rantai melekat pada kota kecil ini. Tidak heran jika banyak dari mereka yang hanya punya 1/4 darah Minang.

Jika kamu pernah ke Sawahlunto 10 tahun yang lalu, pasti kamu akan merasakan perbedaan yang besar dengan sekarang. Dulu, boleh dikatakan kota ini adalah kota mati. Sekarang, hanya satu kata untuk menjelaskannya: Awesome. Rupanya selama 10 tahun terakhir, Sawahlunto beruntung memiliki seorang wali kota yang berwawasan luas. Sang wali kota menyulap Sawahlunto menjadi kota bersih, hidup dan menarik. Sebagian besar gedung peninggalan Belanda sekarang dijadikan museum yang bisa dikunjungi oleh semua orang. Museum-museum tersebut tertata rapi dan bersih. Ada museum Goedang Ransoem, yang merupakan dapur besar untuk para pekerja tambang di zaman itu. Museum Kereta Api, di mana kamu bisa mengetahui sejarah kereta api untuk pengangkutan batu bara. Ada gedung pusat kebudayaan dan lain-lain.

Galeri Foto

Berkunjung ke Sawahlunto tidak cukup sehari saja, minimal kamu harus tinggal 3 hari di sana. Jangan kuatir, hotel dan penginapan murah sudah banyak dan gampang ditemukan. Sepanjang tahun, berbagai even diadakan di kota ini untuk membuat pengunjung tidak bisa melupakan kota ini. Jika kamu menyukai fotografi, kota ini juga adalah salah satu sorganya. Bukan hanya untuk memotret gedung-gedung tua atau alam yang indah, tetapi untuk lokasi pemotretan prewedding, keluarga, bahkan untuk lokasi pemotretan komersial sekalipun.