Janjang Koto Gadang Yang Sempat Terkenal Itu Sudah Hampir Terlupakan

Janjang Koto Gadang ini sebetulnya belum lama dibuka, baru sejak tahun 2013. Masa awal, di media sosial hampir setiap hari kita lihat postingan orang-orang dengan bangga berfoto di situ. Makin ke sini makin jarang terlihat. Aku sendiri sebetulnya sudah beberapa kali ke sini dalam kurun waktu setahun terakhir. Tetapi sepertinya setiap ke sini semakin membosankan. Sepertinya tidak ada yang begitu menarik lagi pada janjang yang sempat dijuluki sebagai ‘The Great Wall of Bukittinggi”.

Janjang Koto Gadang ini dibangun untuk mempersingkat jarak antara Bukittinggi dengan nagari Koto Gadang. Kedua lokasi ini dipisahkan oleh ngarai Sianok yang terkenal itu. Dahulu, jika orang dari Bukittinggi ingin ke Koto Gadang atau sebaliknya, mereka harus jalan memutar yang membuat jarak menjadi jauh. Bisa melewati sisi lain ngarai Sianok atau lewat Koto Tuo. Dengan adanya janjang ini jarak semakin dekat.

Selain dipakai untuk jalur mondar mandir bagi masyarakat, ternyata janjang ini juga cukup bagus dijadikan sebagai obyek wisata. Pemandangan dari janjang, terutama ketika sudah mendekati Koto Gadang lumayan menarik. Bahkan di salah satu sudut ada semacam benteng kecil di mana pandangan lepas terhampar. Ngarai Sianok terlihat jelas dari sini, bahkan kota Bukittinggi dan gunung Merapi di hadapan. Berfoto di sini akan menghasilkan foto yang dijamin keren.

Untuk membelah ngarai, dibuat sebuah jembatan gantung berwarna yang tiangnya berwarna pink. Sayangnya jembatan gantung ini sekarang kurang terawat walau masih kokoh berdiri. Sepanjang janjang ini terlihat cukup bersih, tidak terlalu banyak sampah bertebaran. Di luar tembok janjang sampah banyak sekali, hanya karena tertutup tembok jadi tidak terlalu kelihatan. Setelah lebih dari 3 tahun, di sana sini banyak terdapat jalan yang longsor dan hingga kini tidak diperbaiki. Aku tidak tau siapa penanggung jawab janjang ini, apakah Kotamadya Bukittinggi atau Kabupaten Agam.

Galeri Foto

Agar tidak membosankan, karena janjang ini sekarang sudah menjadi ikon alangkah baiknya pemeliharaannya juga terkoordinir dengan baik. Barangkali akan lebih aduhai jika di sisi janjang ditanami bunga berwarna-warni. Bahkan jika bisa, di puncak Koto Gadang, selain lapangan parkir dibangun juga taman-taman bunga yang akan menarik minat wisatawan. Jangan lupa untuk menyediakan toilet-toilet kelas satu di tengah dan di kedua ujung janjang.